Integrated Transport Resource Catalog

Pepustakaan Pusat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

Title
OPTIMALISASI PROSES DISCHARGE PRODUCT OIL JENIS B/30 DI MT. PALUH TABUAN
Collection Location
Repository PIP Semarang
Edition
Call Number
ISBN/ISSN
Author(s)
MOH, MUSTAHILUL A.
Subject(s)
Nautika
Classification
Series Title
GMD
Electronic Resource
Language
Publisher
Publishing Year
2024
Publishing Place
Collation
Abstract/Notes
ABSTRAKSI

Moh Mustahilul A. NIT: 551811136794 N, 2023, “Optimalisasi proses discharge
product oil jenis B/30 di MT. Paluh Tabuan”, skripsi. Program Diploma IV,
Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing
I: Capt. Akhmad Ndori, S. ST., MM, M.Mar, Pembimbing II: Ibu Fatimah,
SPd., Mpd

B/30 adalah Biosolar/Biodesel. Biosolar B/30 merupakan hasil
pencampuran solar dengan minyak nabati yang berasal dari minyak kelapa sawit
atau Crude Palm Oil (CPO). Bahan bakar ini memiliki komposisi perbandingan
30% bahan nabati dan 70% bahan solar. Sebelum bercampur dengan solar, minyak
kelapa sawit bereaksi terlebih dahulu dengan methanol dan ethanol dengan
katalisator NaOH atau KOH untuk menghasilkan fatty acid methyl ester (FAME),
Dalam pelaksanaa proses discharge B/30 dari MT. Paluh Tabuan ke Jetty 2
Panjang, peneliti menemukan kendala-kendala selama proese discharge
berlangsung yang membuat tidak optimalnya proses tersebut. Terjadinya kebocoran
pipa terminal pada saat proses discharge berlangsung, disebabkan karena tingginya
pressure manifold kapal. Dengan terjadinya kendala tersebut peneliti merumuskan
masalah yaitu, Apa yang menyebabkan proses discharge B/30 tidak berjalan
optimal dan Upaya apa yang dilakukan agar proses discharge B/30 berjalan
optimal.

Metode penelitian yang peneliti gunakan dalam penyusunan penelitian ini
adalah metode deskriptif kualitatif, pengumpulan data menggunakan observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data dianalisa menggunakan diagram
fishbone.

Berdasarkan hasil pembahasan yang dilakukan oleh peneliti terhadap proses
discharge B/30, bahwa penyebab tidak optimalnya proses discharge adalah
terjadinya kebocoran pipa terminal. Karena kurang komunikasi antara pihak
terminal dengan kru kapal, dan menyebabkan naiknya pressure manifold kapal pada
saat proses discharge berlangsung. Upaya yang dilakukan agar proses discharge
B/30 menjadi optimal yaitu dengan melakukan koordinasi yang baik, memberikan
familiarisasi dan pelatihan, memeriksa dan melakukan perawatan cargo equipment,
dan melakukan pengawasan ekstra selama proses discharge berlangsung.
Specific Detail Info
//repository.pip-semarang.ac.id/4703/