Integrated Transport Resource Catalog

Pepustakaan Pusat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

Title
IDENTIFIKASI TIDAK NORMALNYA KERJA SISTEM KONTROL PNEUMATIK PADA SAAT BLOW FUEL OIL PURIFIER DI KM. SPIL HANA
Collection Location
Repository PIP Semarang
Edition
Call Number
ISBN/ISSN
Author(s)
SABRIAN, HUSNA R
Subject(s)
Teknika
Classification
Series Title
GMD
Electronic Resource
Language
Publisher
Publishing Year
2024
Publishing Place
Collation
Abstract/Notes
ABSTRAKSI
Shabrian Husna Ramadani, 2019, NIT :51145423.T, “Identifikasi Tidak Normalnya Kerja Sistem Kontrol Pneumatik Pada Saat Blow Fuel Oil Purifier Di KM. SPIL HANA”, skripsi Program Studi Teknika, Program Diploma IV,Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: H. Suwondo, M.M., M.mar.E., dan Pembimbing II: Tony Santiko , S.ST., M.Si.,
Pada saat ini penggunaan system pneumatic sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan kontrol yang menunjang kemudahan untuk pengendalian dan ketepatan (presisi) dalam penggunaannya.Dalam hal ini system pneumatic digunakan pada saat proses pembuangan endapan lumpur dan air. Namun pada kapal KM. SPIL HANA kinerja dari system pneumatic control tersebut mengalami kerusakan pada bagian solenoid valve. Dan mengakibatkan bowl pada purifier pada bagian lubang cerat terbuka terus menerus dan membuat bahan bakar keluar dan mengakibatkan minyak (over flow). Metode yang digunakan adalah metode Shel analysis dan USG. Diagram ini akan menunjukan sebuah dampak atau akibat dari sebuah permasalahan, dengan berbagai penyebabnya. Dan selanjutnya dirincikan pada metode Shel Analysis.
Dari hasil analisis yang didapat dari penelitian.Bahwa terjadinya kerusakan pada system control pneumatic pada KM. SPIL HANA dengan mentode USG analysis adalah pada masinis tidak dapat melakukan menejemen perawatan dan melakukan perbaikan pada system control tersebut yang membuat system control menjadi kerja berlebih dan tidak terawatt sehingga mengalami kerusakan yang berkelanjutan. Pada metode Shel Analysis penulis menyimpulkan terjadinya kerusakan disebabkan karena prosedur dalam pengananganan perbaikan dan perawatan yang tidak sesuai yang dilakukan di atas kapal yang membuat system control pneumatic tidak dapat bertahan lama dan menimbulkan berbagai kerusakan dan ketidak optimalan kinerja dari system tersebut. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki system control pneumatik di kapal yang mengalami kerusakan. Masinis diatas kapal harus memahami konsep dasar dari system kerja pneumatic tersebut dari data-data yang ada dikapal seperti manual book, maintenance report yang ada di kamar mesin. Jika masih dianggap kurang masinis bias mendapatkan revrensi dari buku-buku lain atau dapat bertanya dengan orang-orang yang berada di departemen kamar mesin. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengetahuan dasar tentang mesin dan bagaimana melakukan perawatan pada mesin-mesin tersebut.
Specific Detail Info
//repository.pip-semarang.ac.id/1787/