Data Katalog
Jumlah Pengunjung:252
Jenis Bahan Pustaka:Monograf
Nomor Panggil:SL 2011 01
Pengarang: -
Judul:Studi standarisasi di bidang lalu lintas dan angkutan laut
Edisi:Laporan Akhir dan Ringkasan
Penerbitan:Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan
Deskripsi Fisik:xi, VI-8 hlm.: il. ; 25 cm
Subjek: Angkutan Laut-Lalu Lintas Laut
Catatan:Abstrak: Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kebijakan di bidang pelayaran guna menyusun standarisasi bidang lalu lintas dan angkutan laut. Pangkal yang dijadikan titik tolak dari studi ini adalah pemberlakuan UU No 17 tahun 2008 tentang Pelayaran dan PP No 20 tahun 2010 tentang Angkutan di Perairan beserta perubahannya. Studi ini dapat dibagi ke dalam empat aspek standardisasi, yaitu standardisasi pelayanan, standardisasi pengusahaan, standardisasi prosedur, dan standardisasi kapal. Standardisasi pelayanan meliputi standardisasi pelayanan bongkar muat untuk setiap jenis muatan (general cargo, bag cargo, unitized cargo, curah cair, curah kering, dan peti kemas) di beberapa pelabuhan utama di Indonesia dan standardisasi pelayanan penumpang dalam kapal kelas ekonomi yang memiliki waktu pelayaran di atas 8 jam. Standardisasi pengusahaan meliputi standardisasi pengusahaan tally mandiri, standardisasi usaha jasa perawatan dan perbaikan kapal, dan standardisasi usaha jasa keagenan awak kapal. Standardisasi prosedur meliputi standardisasi tata cara pelaporan omisi dan deviasi pada kapal yang dioperasikan di trayek tetap dan teratur, standardisasi tata cara pelaporan pengoperasian kapal pada trayek tidak tetap dan tidak teratur (tramper), standardisasi penetapan jaringan perintis, dan standardisasi pelaporan kapal pada trayek tetap dan teratur (liner). Standardisasi kapal meliputi standardisasi kapal perintis berdasarkan wilayah perairan. Data yang diperoleh dari lapangan kemudian dikodifikasi dan dianalisis dengan menggunakan struktur pendekatan berdasarkan 10 aspek yang menjadi aspek kajian ini. Analisis dikembangkan dengan memperhatikan berbagai indikator ekonomi, hukum, sosial budaya dan teknologi yang berlaku pada daerah di Indonesia secara umum. Hasil studi menghasilkan sepuluh standard yang menurut analisis peneliti tidak semuanya sesuai dengan konteks standardisasi yang diperlukan. Dalam hal ini kemudian peneliti mengusulkan agar output dari studi ini tidak hanya dituangkan dalam RSNI, melainkan sebagai bahan penyusunan rancangan peraturan Menteri Perhubungan.
ISBN / ISNM / ISSN: Terbitan Sendiri
DDC:-
JUMLAH EKSEMPLAR:6

TAGIND 1IND 2VALUE
001INLIS000000000002473
00520151107030524.0
006
007
008
020##$a Terbitan Sendiri
035##$a 0010-021500000000257
040##$a -
082##$a -
084##
090##$a SL 2011 01
100##$a Pusat Penelitian Pengembangan Perhubungan Laut
245##$a Studi standarisasi di bidang lalu lintas dan angkutan laut
250##$a Laporan Akhir dan Ringkasan
260##$a Jakarta $b Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan $c 2012
300##$a xi, VI-8 hlm.: il. ; 25 cm
440##
500##$3 Studi Besar $a Abstrak: Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kebijakan di bidang pelayaran guna menyusun standarisasi bidang lalu lintas dan angkutan laut. Pangkal yang dijadikan titik tolak dari studi ini adalah pemberlakuan UU No 17 tahun 2008 tentang Pelayaran dan PP No 20 tahun 2010 tentang Angkutan di Perairan beserta perubahannya. Studi ini dapat dibagi ke dalam empat aspek standardisasi, yaitu standardisasi pelayanan, standardisasi pengusahaan, standardisasi prosedur, dan standardisasi kapal. Standardisasi pelayanan meliputi standardisasi pelayanan bongkar muat untuk setiap jenis muatan (general cargo, bag cargo, unitized cargo, curah cair, curah kering, dan peti kemas) di beberapa pelabuhan utama di Indonesia dan standardisasi pelayanan penumpang dalam kapal kelas ekonomi yang memiliki waktu pelayaran di atas 8 jam. Standardisasi pengusahaan meliputi standardisasi pengusahaan tally mandiri, standardisasi usaha jasa perawatan dan perbaikan kapal, dan standardisasi usaha jasa keagenan awak kapal. Standardisasi prosedur meliputi standardisasi tata cara pelaporan omisi dan deviasi pada kapal yang dioperasikan di trayek tetap dan teratur, standardisasi tata cara pelaporan pengoperasian kapal pada trayek tidak tetap dan tidak teratur (tramper), standardisasi penetapan jaringan perintis, dan standardisasi pelaporan kapal pada trayek tetap dan teratur (liner). Standardisasi kapal meliputi standardisasi kapal perintis berdasarkan wilayah perairan. Data yang diperoleh dari lapangan kemudian dikodifikasi dan dianalisis dengan menggunakan struktur pendekatan berdasarkan 10 aspek yang menjadi aspek kajian ini. Analisis dikembangkan dengan memperhatikan berbagai indikator ekonomi, hukum, sosial budaya dan teknologi yang berlaku pada daerah di Indonesia secara umum. Hasil studi menghasilkan sepuluh standard yang menurut analisis peneliti tidak semuanya sesuai dengan konteks standardisasi yang diperlukan. Dalam hal ini kemudian peneliti mengusulkan agar output dari studi ini tidak hanya dituangkan dalam RSNI, melainkan sebagai bahan penyusunan rancangan peraturan Menteri Perhubungan
650##$a Angkutan Laut-Lalu Lintas Laut
700##$j -
850##$a BLTPHB
990$a 0006/SL/2011
990##$a 0001/SL/2011
990$a 0004/SL/2011
990$a 0005/SL/2011
990$a 0003/SL/2011
990$a 0002/SL/2011

Data Koleksi
Menampilkan 1-6 dari 6 hasil
No. IndukAksesKetersediaanLokasiNomor Barcode
0001/SL/2011Standar (dapat dipinjam)1Perpustakaan Litbang00000004844
0002/SL/2011Standar (dapat dipinjam)1Perpustakaan Litbang00000004845
0003/SL/2011Standar (dapat dipinjam)1Perpustakaan Litbang00000004846
0004/SL/2011Standar (dapat dipinjam)1Perpustakaan Litbang00000004847
0005/SL/2011Standar (dapat dipinjam)1Perpustakaan Litbang00000004848
0006/SL/2011Standar (dapat dipinjam)1Perpustakaan Litbang00000004849